Penyesalan selalu ada di akhir.







Penyesalan selalu ada di akhir - Gue sedang menjalin sebuah hubungan dengan Prata. Kurang lebih kita menjalin hubungan selama 4 bulan. So far Prata is a good boy. Gue diperlakuin baik banget sama Prata. Apa hal baiknya??


  • Diperhatiin
  • Dimanja
  • Dingertiin

Mungkin, gue bukan tipe cewek yang banyak nuntut. Gue adalah salah satu tipe cewek yang simple. Cuma butuh dingertiin, dimanja sama diperhatiin. Semua hal itu gue dapetin saat gue menjalin hubungan dengan Prata.

Dibulan pertama....................

Dibulan pertama gue pacaran sama Prata, kita sama-sama masih rajin banget chat satu sama lain. Ya namanya juga baru pacaran, pasti masih anget-angetnya tuh kan...  
Gue sama Prata sering habisin waktu bareng. Kita sering banget hangout atau pun sekedar cari makan diluar. Serasa dunia milik berdua aja, yang lain ngontrak...........  
Gue ngerasa bahagia banget bisa kenal sama Prata dan akhirnya Prata nembak gue. Gue janji didalam hati gue kalau gue bakal ngejaga hubungan ini sebaik mungkin, karena gue yakin Prata adalah orang yang baik buat gue.

Dibulan kedua................................

Dibulan kedua gue pacaran, gue mulai agak-agak yang namanya bosan-sinesis. Apa itu? Semacam orang yang bosan terhadap suatu objek atau terhadap benda kalau terus menerus ditemui atau dilihat (ya, ngarang aja gue). Gue tau itu adalah salah satu sifat buruk gue, tapi yang namanya sifat..... susah buat diubah. Dibulan kedua hubungan gue sama Prata udah mulai digoncang. Mulai dari gue yang sering banget menghindar ketemu sama dia, gue yang males-malesan bales chat dia. Alhasil hubungan kita mulai renggang....  

Dibulan ketiga................................................

Dibulan ketiga dimana hubungan gue sama Prata bener-bener diuji. Gue dapet kabar dari keluarga gue kalau gue harus pindah keluar kota. Yang artinya? Gue bakal menjalani hubungan jarak jauh. Atau bahasanya tuh Long Distance Relationship......
Awalnya gue optimis. Prata juga bener-bener nyemangatin gue kalau kita bisa lewatin masa-masa ini.

Awalnya kita bisa............


Iya....


Pada awalnya...


Kita bisa...


Ralat..


Bukan kita, melainkan.....


Prata  


Prata yang gak pernah letih buat selalu tetep ngejaga hubungan, yang selalu mencoba untuk ngebangkitin mood gue disaat gue lagi down. Cuma prata.....
Sedangkan, gue? Gue ternyata masih dilanda bosen-sinesis. Gue selalu gak habis pikir sama yang gue sendiri lakuin. Tapi, yang namanya sifat, susah diubah.....  


Dibulan keempat.........................................................................

Bulan-bulan dimana gue digoncang. Pikiran gue terpecah, konsentrasi gue terbelah. Gue bukan cuma mikirin satu hal, tapi pikiran gue kemana-mana. Ini adalah salah satu kondisi yang mana gak bisa gue prediksi (dan yang pastinya gue pun gak mau). Dan hubungan gue sama Prata? masih sama. Hubungan kita masih renggang. Gue bingung harus apa  

Disatu sisi, gue kasian sama Prata karena selama ini pasti dia udah tekanan batin ngeladenin sifat gue.
Disisi lainnya, gue gak mau kehilangan dia.

Tapi.... gue sadar. Sampai kapan terus hubungan gue seperti ini?
Gue sadar gue gakbisa ngegantungin anak orang
Seakan-akan gue mainin perasaannya

Jujur................ itu bukan kemauan gue.

Jujur...... kayak ada yang 'ngendaliin' gue di dalam diri gue ini.

Jadi, tanpa ba-bi-bu yang terlintas di otak gue pertama kali adalah "kayaknya gue putus aja deh sama Prata". Tanpa mikir jangka panjang............. pikiran gue pendek banget. Sahabat gue udah ceramahin gue, ngingetin gue lagi, mereka takut gue salah ambil keputusan.

Tapi..... namanya juga gue.
Gue keras kepala.
Banget.

Tanpa ba-bi-bu lagi, gue langsung putusin Prata. Dan putusinnya di chat.

HUH.

Bayangin!

Alasan gue putusin di chat, karena gue bukan salah satu orang yang bisa untuk ngomong kayak gitu langsung. Serasa mulut gue di gembok kalau ngomong begituan di depan orangnya langsung atau pun sekedar di jaringan telepon.

Setelah putus? Gue lega. Gue gak ada kewajiban untuk membalas chat-chat dari Prata seperti kemarin. Prata pun menawarkan dia mau jadi temen baik gue (padahal gue tau dia masih belom bisa nerima diputusin).

Tapi.... gue langsung tanpa ba-bi-bu (lagi) gue menolak.

Ya. Dan itu letak kebodohan gue.

Gue mikir pada awalnya kalau gue menolak, gue bisa membantu dia dengan mudah untuk lupain gue. Tapi kenyataannya..... Prata malah ngejauhin gue. Dia dingin banget sama gue.

Gue gakpernah mau musuhan sama orang lain. Apalagi orang itu pernah jadi alesan gue untuk bahagia.

Ya. Gue menyesali sifat bosen-sinesis gue ini.
Gue menyesal karena gue gak bisa kontrol diri gue.
Gue menyesal.

Dan akhirnya, gue kehilangan Prata (untuk jadi teman)

Bye, Prata.
Maafin gue, ya.


Notes: Cerita ini adalah cerita karangan. Cerita ini bukan cerita nyata. Ini adalah salah satu konten baru di blog gue, untuk mengembangkan imajinasi dan gue mau mengajak kalian masuk kedalam dunia gue selama kalian baca cerita ini. Semoga kalian suka sama konten baru di blog gue, love!  




4 comments:

  1. kok namanya jd prata? asaan beda deh dulu lo ceritanya (?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum
      senang sekali saya bisa menulis kisah nyata kami
      dan berbagi kepada teman-teman disini.

      Meski hidup dalam keprihatinan, karena hanya mengandalkan penghasilan dari jual gorengan, namun rumah tangga kami terbilang harmonis. Jika berselisih paham, kami selalu menempuh jalan musyawarah. Hal itu wajib kami terapkan untuk menutupi aib dan segala bentuk kekurangan yang ada dalam rumah tangga kami agar tidak terdengar oleh orang luar. Karena begitulah pesan dari para orang tua kami.

      Hari demi hari aku habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja. Hal itu aku lakukan, selain sadar akan tanggung jawabku sebagai orang tua , juga ingin menggapai harapan dan cita cita. Yah, mungkin dengan begitu ekonomi keluargaku dapat berubah dan aku bisa menyisihkan sedikit uang penghasilanku itu untuk masa depan anak-anakku dikemudian hari. Namun semua itu menjadi sirna.

      Selanjutnya kami pun melangkah untuk mencobanya minta bantuan melalui dana gaib tanpa tumbal,alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan.

      Jalan ini akan mengubah kemiskinan menjadi limpahan kekayaan secara halal dan tidak merugikan orang lain.

      Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami,
      saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami.
      Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan silahkan hubungi
      Ki Witjaksono di:0852-2223-1459
      Supaya lebih jelas kunjungi blog

      KLIK DISINI

      Delete
  2. suka buat cerita (berimajinasi) ya sis?
    bikin akun di wattpad aja, banyak lho penulis2 disana. yg masih pemula jg ada
    atau mlh udah punya id nya... :-D

    ReplyDelete
  3. http://obatayananakmurah.blogspot.com/2016/10/penderita-ayan-harus-lakukan-pengobatan.html/

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar sesuai tema, gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar.
No Iklan, No Spam, No Porn.
Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.

Thankyou guys <3

 
Return to top of page Copyright © 2016 | Powered by Blogger Modified by TIA BLOG